Apresiasi Akademisi atas Respons Cepat Polda Aceh dalam Penanganan Bencana Hidrometeorologi



Aceh Tamiang – Guru Besar UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T., menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan responsif jajaran Polda Aceh dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Menurut Prof. Eko, kehadiran langsung personel kepolisian di lokasi terdampak banjir dan longsor menunjukkan komitmen Polri yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan misi kemanusiaan.

“Ini merupakan wujud pelayanan yang humanis dan patut menjadi contoh. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., beserta seluruh jajaran atas kesigapan dan dedikasinya,” ujar Prof. Eko.

Ia menilai penanganan pascabencana dilakukan secara cepat, terukur, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat terdampak. Langkah strategis yang diambil dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta kebijakan Kapolri yang menempatkan penanggulangan bencana sebagai salah satu prioritas institusi.

Sebagaimana diketahui, bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem dan pengaruh Siklon Tropis Senyar melanda Aceh sejak akhir November 2025, dengan puncak banjir bandang dan longsor terjadi pada 26 November 2025.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), sedikitnya 18 kabupaten/kota terdampak. Ratusan ribu warga terimbas, puluhan ribu rumah mengalami kerusakan, serta terdapat korban jiwa dan kerugian material.

Wilayah terdampak parah meliputi Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Utara. Ribuan warga sempat mengungsi akibat terputusnya akses transportasi dan tingginya endapan lumpur di sejumlah permukiman.

Dalam upaya penanganan, Polda Aceh mengerahkan personel secara masif untuk mendukung operasi kemanusiaan, mulai dari evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, pembersihan lumpur di permukiman dan fasilitas umum, hingga penyediaan air bersih dan layanan kesehatan. Pendampingan psikososial juga diberikan kepada masyarakat terdampak.

Saat ini, proses pemulihan terus berlangsung dengan fokus pada pembukaan akses jalan, percepatan distribusi bantuan, serta koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan hunian tetap dan rehabilitasi infrastruktur.

Prof. Eko menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan mencerminkan komitmen nyata Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana.

Post a Comment

أحدث أقدم